KISAH CERITA ABU NAWAS MENGERJAI SEORANG PERTAPA

KISAH CERITA ABU NAWAS MENGERJAI SEORANG PERTAPA

Assalamualaikum semuanya semoga Allah senantiasa memberikan keberkahan kepada kita semuanya amin ya robbal alamin diceritakan ada seorang Petapa suci yang ingin menyadarkan Abu Nawas akan tingkah konyolnya menurut dia Apa yang dilakukan Abu Nawas tidaklah mencerminkan manusia yang memiliki etika moral kesopanan dia juga ingin menunjukkan bahwa keyakinan yang dianutnya selalu mengedepankan etika normal kesopanan tujuan si Pertapa Suci melakukan hal itu tidak lain dan tidak bukan supaya Abu Nawas tertarik dan mengikuti keyakinannya maka berangkatlah si Pertapa Suci ke rumah Abu Nawas Sesampainya di sana ia langsung mengetuk pintu rumahnya tatkala Abu Nawas membukanya ia terkejut melihat seorang Pertapa Suci datang berkunjung lalu Abu Nawas 

mempersilahkan masuk dan menanyakan maksud tujuan kedatangannya si Pertapa Suci secara terang-terangan mengatakan bahwa dirinya ingin mengajari Abu Nawas tentang etika norma kesopanan dalam bermasyarakat wahai Abu Nawas di dalam agama saya penuh dengan cinta kasih dan memuliakan orang lain adalah suatu keharusan kata si Pertapa suci begini Tuan meskipun saya seorang muslim saya tetap akan menghormati keyakinan anda dan saya tetap akan memuliakan anda sebagai tamu saya balas Abu Nawas rupanya di sepanjang obrolannya si Pertapa Suci tak henti-hentinya mendoktrin Abu Nawas untuk ikut ke dalam keyakinannya melihat gelagat seperti itu Abu Nawas malah menggunakan kesempatan tersebut untuk mengerjai si betapa Suci tentunya dengan cara yang konyol Bagaimana kalau kita makan dulu tawar Abu Nawas Oh itu itu yang bagus saya juga sudah lapar balas betapa suci Abu Nawas lalu 


membawakan dua piring kosong dan satu nampan yang berisi dua daging dimana kedua daging tersebut yang satu berukuran kecil dan satunya lagi berukuran besar kemudian Abu Nawas memberikan piring kosong untuk bertapa suci dan untuk dirinya setelah itu Abu Nawas mengambilkan daging kecil ditaruh di piringnya si Pertapa Suci Sedangkan untuk dirinya adalah daging yang besar bukan begitu cara yang benar wahai Abu Nawas itu tidak sopan dan tidak beretika tutur si Pertapa suci berarti caraku ini salah tanya Abu Nawas berpura-pura Iya Abu Nawas itulah tujuanku ke sini untuk mengajarimu Bagaimana cara yang benar menghormati seorang tamu jawab Pertapa suci Oh begitu ya Balas Abu Nawas sambil mengembalikan kedua dagingnya ke nampan boleh aku bertanya apa yang kau lakukan jika kau menjadi aku tanya Abu Nawas begini caranya Abu Nawas aku akan mengambilkan daging yang besar untukmu kata si Pertapa suci Abu Nawas pun mengambil daging besar dan ditaruh di piringnya sendiri lalu aku 


akan mengambil daging yang kecil untuk diriku sendiri batasi Pertapa Suci melanjutkan Abu Nawas mengambil daging yang kecil dan menaruhnya di piring bertapa suci ini Silahkan dimakan ucap Abu Nawas menyodorkan sementara Abu Nawas langsung memakan daging besar yang berada di piringnya si Pertapa Suci terpaksa hanya mendapatkan daging kecil untuk dimakannya setelah selesai makan Abu Nawas berkata Bukankah hasilnya sama saja dengan yang aku lakukan di awal tadi celetuk Abu Nawas tak lama Abu Nawas kembali berkata Apakah kau tahu tata cara makan tanya Abu Nawas Oh itu sangat mudah pertama saya memanjatkan syukur atas rezeki yang aku dapatkan setelah itu aku memakannya dengan perlahan serta mengunyahnya dengan mulut tertutup jawab Pertapa suci yang kamu lakukan itu salah balas Abu Nawas kenapa Salah itu sudah sesuai etika dan norma cara menghormati sebuah makanan ujar Pertapa Suci tidak terima jelas saja itu salah harusnya kamu teliti dulu apakah makanan yang kamu dapatkan dari cara yang halal atau cara yang haram bila kamu memakan makanan yang haram dengan 1000 adab sekalipun maka itu tidak akan 



memberi manfaat sama sekali makanan haram justru akan menyebabkan hatimu menjadi hitam jelas Abu Nawas merasa dirinya malah dipermainkan Abu Nawas si Pertapa Suci akhirnya pamit pulang dan pergi meninggalkan rumah Abu Nawas cerita berikutnya Nabi Isa adalah seorang nabi yang terkenal zuhud Dan lemah lembut dalam berperilaku perkataannya yang selalu menyejukkan membuat orang-orang mencintainya pernah suatu kali dalam suatu perjalanan Nabi Isa dan murid-muridnya melihat seekor Bangkai anjing orang-orang yang bersamanya seketika menutup hidung dan berkata bangkai ini baunya busuk sekali Namun beda dengan Nabi Isa beliau justru memuliakan hewan bangkai tersebut Lihatlah giginya bersih dan putih sekali tentu saja hal ini membuat murid-muridnya merasa heran kenapa engkau berkata demikian tanya mereka manusia berkata sesuai dengan apa yang dipikirannya jawab Nabi Isa begitu bersih dan lembutnya hati Nabi Isa sampai kepada seekor bangkai saja beliau memandang dari segi kebaikannya wajar bila pada zamannya banyak orang yang ingin menemaninya karena ingin mendapatkan keberkahan namun untuk bisa menemani Nabi Isa beliau tidak sembarangan memilih orang orang tersebut haruslah suhu dan sabar bila tidak demikian maka Nabi Isa tidak ragu lagi meninggalkannya pernah suatu 



kali Nabi Isa bertemu seseorang yang baru dikenalnya orang tersebut berkeinginan mendampingi Nabi Isa dalam pengembaraannya Nabi Isa tidak keberatan beliau mempersilahkan orang itu untuk ikut bersamanya dengan membawa bekal tiga Potong Roti Nabi Isa dan orang tersebut memulai pengembaraannya setelah menempuh perjalanan cukup lama mereka lalu memutuskan untuk istirahat di tepi sungai bekal tiga Potong Roti yang di bawahnya kemudian dimakan bersama-sama masing-masing memakan sepotong dan tersisa satu Potong Roti setelah Nabi Isa selesai makan Kemudian beliau bangkit untuk mengambil air minum di sungai disaat itulah teman barunya memanfaatkan untuk memakan roti yang ketiga dan ketika Nabi Isa kembali beliau tidak menemukan roti yang ketiga mana roti yang ketiga tanya Nabi Isa Aku tidak tahu jawab temannya berpura-pura Nabi Isa tahu teman barunya itu sudah mulai berani berbohong tapi kali ini beliau sengaja membiarkannya mereka 



berdua pun meneruskan perjalanan tidak lama kemudian sampailah mereka di tepi hutan di sana mereka menjumpai seekor rusa dengan dua anaknya lalu Nabi Isa menunjuk ke salah satu anak rusa dan anak rusa itu segera berlari ke arahnya anak rusa tersebut kemudian disembelih dan dimasak dan dimakan bersama kawan barunya setelah selesai makan Nabi Isa mengumpulkan sisa tulang belulang dari hewan rusa yang dimakannya dengan izin Allah bangunlah engkau kata Nabi Isa seketika binatang rusa itu langsung terbangun dan hidup kembali seperti sedia kala melihat hal yang demikian tercenganglah kawan Nabi Isa Subhanallah ucapnya keajaiban yang ditunjukkan Nabi Isa kepada kawannya sebagai teguran bahwa beliau tidak bisa dibohongi dan berharap agar kawannya mau berkata jujur demi Allah yang telah memperlihatkan tanda kebesarannya padamu sehingga membuat engkau takjub kini aku bertanya kepadamu sekali lagi 

KISAH CERITA ABU NAWAS MENGERJAI SEORANG PERTAPA

siapa yang menyimpan roti yang ketiga tanya Nabi Isa kepada kawannya akan tetapi kawan barunya itu masih saja tidak mau mengakuinya Aku tidak tahu untuk kesekian kalinya Nabi Isa masih membiarkan orang tersebut dengan kebohongannya mereka berdua pun melanjutkan perjalanan hingga akhirnya sampailah mereka di sebuah daerah yang sepi lalu mereka duduk untuk beristirahat di saat itulah Nabi Isa kembali menunjukkan mukjizatnya beliau mengumpulkan tanah dengan genggaman tangannya dan berkata dengan kehendak Allah Tanah ini berubah menjadi emas dan tanah itu pun berubah menjadi emas Nabi Isa membagi emas menjadi 3 bagian lalu Beliau berkata kepada kawannya Mas ini aku bagi menjadi tiga sepertiga adalah bagianku yang sepertiga adalah bagianmu dan sepertiga lainnya adalah untuk orang yang mengambil roti karena tergiur dengan emas yang akan didapatkan lebih banyak 



barulah kawan barunya itu mengaku wahai nabiyullah Akulah orangnya yang telah mengambil roti ketiga mendengar pengakuan yang demikian tanpa berpikir panjang Nabi Isa menyerahkan seluruh batangan emas kepada kawan barunya karena beliau tidak mau berteman dengan pengkhianat yang punya sifat tamak kepada harta dan dunia kemudian Nabi Isa berjalan pergi meninggalkannya sementara orang itu masih duduk sendiri dan senang dengan kekayaan yang diperoleh tidak lama berselang muncul dua pencuri menghampirinya Mereka ingin membunuh dan mengambil emasnya orang tersebut berkata Mengapa kau hendak membunuhku Mari kita bagi emas ini untuk tidak bertiga dua pencuri itu pun akhirnya setuju karena merasa lapar mereka memutuskan menyuruh salah satu pencuri membeli makanan di kampung terdekat setelah salah satu pencuri itu pergi kawan Nabi Isa dan satu pencuri yang bersamanya mempunyai rencana jahat kita Bunuh saja dia supaya emasnya hanya dibagi untuk kita berdua usul salah satu dari mereka ternyata usulan tersebut langsung disetujui sementara pencuri yang disuruh membeli makanan juga mempunyai rencana yang sama jahatnya Ia memasukkan racun ke dalam makanan yang akan diberikan kepada mereka berdua dengan begitu ia bisa mendapatkan semua emasnya ketika Si 



Pencuri kembali dengan membawa makanan Ia pun langsung diserang dan 
dibunuh oleh kedua temannya setelah selesai membunuhnya kedua orang tersebut Lalu menyantap makanan yang telah dicampur dengan racun tidak lama kemudian kedua orang itu pun ikut meninggal Beberapa hari kemudian Nabi Isa kembali melewati tempat itu bersama sahabat-sahabatnya seketika beliau terkejut karena melihat ada tiga mayat tergeletak di samping tumpukan emas yang dulu ia berikan Nabi Isa lalu berkata kepada sahabat-sahabatnya ini adalah apa yang terjadi pada mereka yang rakus dengan harta duniawi jadi berhati-hatilah kata Nabi Isa menasehati sahabat-sahabatnya kisah ini terdapat dalam kitab Dilan Al dunia karya Abu Bakar Ibnu Abi Al dunia cerita berikutnya Raja Harun Al Rasyid tak henti-hentinya mengerjai Abu Nawas namun ia selalu lolos dari perangkapnya yang ada malah Baginda Raja sendiri yang menanggung kekalahan kalaulah beradu otak pasti Abu Nawas yang akan menang dan raja 



Tahu betul kecerdasan dan kecerdikan Abu Nawas sang raja pun mempunyai ide untuk mengalahkan Abu Nawas yaitu dengan mengajaknya lomba memanah karena lomba tersebut yang dibutuhkan adalah keahlian bukan kecerdasan otak maka dipanggillah Abu Nawas ke istana singkat cerita datanglah Abu Nawas menghadap Baginda Raja ada gerangan apa Paduka memanggil hamba tanya Abu Nawas aku akan menantang lomba memanah Abu Nawas Apakah kamu berani tanya Baginda Raja tapi Paduka saya kan tidak pandai memanah jawab Abu Nawas jangan khawatir Abu Nawas kalau kamu berhasil kamu akan mendapatkan hadiah besar rayu Baginda Raja mendengar iming-iming hadiah besar membuat Abu Nawas tergiur baik Paduka saya ikut sahut Abu Nawas nah begitu dong tapi lomba ini ada peraturannya Abu Nawas kamu hanya boleh memanah satu kali dan harus tepat mengenai sasaran kalau kamu berhasil kamu akan membawa hadiah besar tapi kalau kamu gagal Kamu harus pulang dengan jalan merangkak jelas 



Baginda Raja Waduh saya masuk perangkap sang raja nih sudah tahu kalau saya tak pandai memanah tapi dipaksa ikut lomba memanah batin Abu Nawas dalam hati disaat Abu Nawas kebingungan Baginda Raja berkata Hai Abu Nawas Kenapa kamu bingung ada hadiah besar menantimu hayo kita mulai saja permainannya ajak Baginda Raja kemudian Baginda Raja dan Abu Nawas berjalan ke tengah lapangan giliran pertama adalah Baginda Raja ia mengambil busur dan anak panah dengan penuh perhitungan Baginda Raja melesatkan anak panah aksinya ini hampir tepat mengenai sasaran anak panah tersebut hanya menancap di pinggiran sekarang tibalah giliran Abu Nawas Ia pun berpikir keras agar lepas dari jebakan sang raja dengan hati berdebar Abu Nawas mengambil busur dan anak panah otaknya terus berputar mencari cara supaya dirinya tidak dipermalukan oleh sang raja akhirnya dengan memantapkan hati Abu Nawas mulai membidik sasaran saat ia memanah sudah bisa ditebak anak panah melesat jauh dari sasaran melihat itu Baginda Raja pun tertawa kamu kalah Abu Nawas aku yang menang teriaknya kegirangan namun dengan kecerdikannya Abu Nawas berkata Tunggu dulu Paduka itu tadi saya sedang mencontohkan gaya memanah Tuan menteri Abu Nawas lalu kembali mengambil anak panah ia membidiknya dan 



mulai memanah untuk kedua kalinya anak panah masih juga melesat jauh dari sasaran tapi sebelum Baginda berteriak kegirangan Abu Nawas mencela duluan demikianlah gaya Tuan Walikota memanah Baginda Raja menjadi tidak sabar dengan aksi Abu Nawas ini ia pun berteriak Hai Abu Nawas mana gaya memanahmu dengan santainya Abu Nawas menjawab tenang Paduka yang mulia gaya hamba tentu lebih baik Abu Nawas lalu kembali mengambil sebuah anak panah ia membidik dan mulai memanah untuk ketiga kalinya anak panahnya melesat makin jauh dari sasaran Abu Nawas kembali berteriak itu tadi gaya Tuan Hakim memanah mendengar itu Baginda Raja semakin emosi dibuatnya wahai Abu Nawas yang aku minta gaya memanahmu bukan gaya orang lain bentak Baginda Raja Abu Nawas nyaris putus asa tapi tetap menunjukkan wajah lucunya ini adalah tembakannya untuk yang keempat Abu Nawas mengambil anak panah dan mulai membidik beruntung baginya karena kali ini anak panah secara 



kebetulan melesat mengenai sasaran anak panah menancap di tengah-tengah sasaran sedangkan anak panah Baginda hanya di pinggiran saja Abu Nawas pun berteriak sangat kencang Inilah gaya Abu Nawas memanah pada gaya Mulia Untuk itu saya tunggu hadiah dari Paduka Raja kata Abu Nawas kegirangan melihat kecerdikan Abu Nawas sang raja pun tak henti-hentinya tertawa kamu memang cerdik Abu Nawas kata Baginda Raja sambil menyerahkan hadiahnya berkat kecerdikan Abu Nawas kesempatan memanah yang seharusnya hanya satu kali bisa menjadi sampai empat kali cerita berikutnya diceritakan Hakim kota yang biasa bertugas diutus Baginda Raja pergi keluar kota ia diperintah Baginda Raja 



untuk mewakili dirinya memenuhi undangan saat Don Hakim Tengah berada di luar kota ada dua kasus perkara kejahatan yang datang bersamaan kasus pertama adalah seorang pemuda yang membawa lari anak perempuan tetangganya kasus yang kedua seorang pencuri membawa lari keledai milik majikannya masyarakat pun bingung harus kepada siapa kasus ini disidangkan sedangkan kedua tersangka sudah ditangkap dan siap untuk diadili tapi Tuan Hakim yang biasa bertugas kini sedang berada di luar kota para warga lalu pergi menuju ke istana sambil mengarah kedua terdakwa untuk disidangkan saat itu Baginda Raja Tengah duduk santai dan berbincang-bincang dengan Abu Nawas melihat banyak warga yang datang Baginda Raja terperanjatan kaget ada masalah apa ini kenapa kalian mengikat kedua orang itu tanya Baginda Raja sambil menunjuk kedua tersangka Maaf Paduka yang mulia Mereka berdua adalah tersangka kejahatan Kami ingin supaya mereka diadili jawab Salah satu warga 



tapi kenapa dibawa ke sini harusnya Kalian bawa kedua orang itu ke pengadilan ujar Baginda Raja Bukankah Tuhan Hakim sedang keluar kota Lalu siapa yang akan menjadi hakimnya makanya kami bawa kedua tersangka ini kemarin supaya lekas dihadiri sahut para warga seketika Baginda Raja tersadar Ia pun meminta maaf kepada mereka Baiklah perkara ini saya serahkan kepada Abu Nawas dia akan menjadi hakim untuk kalian kebetulan dia sedang ada di sini Saya yakin Abu Nawas pasti akan membuat keputusan yang adil tutur Baginda Raja maka diadakanlah Sidang dadakan yang bertempat di aula istana dan disaksikan langsung oleh Baginda Raja sidang pertama pun dimulai si terdakwa dipanggil oleh Abu Nawas apa kesalahanmu tanya Abu Nawas Saya telah membawa lari anak gadis tetangga Tuan jawab si terdakwa Kenapa kamu melakukannya tanya Abu Nawas kembali kami berdua sama-sama saling mencintai Tuan tapi oleh orang tuanya tidak direstui balas terdakwa Abu Nawas lalu memanggil orang tua Si Gadis untuk diajaknya berdiskusi bersama dengan si terdakwa setelah diskusi selesai Abu Nawas kemudian memutuskan bahwa si terdakwa dihukum penjara selama 2 hari kasus pertama pun ditutup dan dianggap selesai kemudian dilanjut dengan kasus perkara berikutnya terdakwa kedua dipanggil oleh Abu Nawas 



untuk dimintai keterangan kejahatan Apa yang kamu lakukan tanya Abu Nawas Saya telah membawa lari keledai milik majikan saya tuan jawab si terdakwa untuk apa kau lakukan itu tanya Abu Nawas rencananya klik tersebut akan saya sembelih untuk pesta bersama kawan-kawan saya jawab sih terdakwa atas perbuatanmu itu saya putuskan kamu dihukum 2 tahun penjara kata Abu Nawas mendengar vonis tersebut terdakwa kedua protes kepada Abu Nawas ini tidak adil terdakwa pertama yang jelas-jelas membawa anak gadis orang hanya dihukum dua hari sedangkan saya Yang hanya membawa lari keledai malah divonis 2 tahun penjara ampun Paduka yang mulia tapi Paduka yang mulia telah keliru menunjuk dia menjadi hakim ujar terdakwa kedua Baginda Raja sendiri sebenarnya agak kurang setuju dengan keputusan Abu Nawas tapi sebelum Baginda Raja ikut memprotesnya ia ingin mendengar penjelasan Abu Nawas wahai Abu Nawas Bisakah kau Jelaskan dengan keputusanmu itu pintar Baginda Raja sejenak Abu 

KISAH CERITA ABU NAWAS MENGERJAI SEORANG PERTAPA

Nawas terdiam kemudian ia menatap terdakwa kedua jadi begini terdakwa pertama saya vonis penjara dua hari karena ia bersedia menikahi gadis yang ia bawa lari dan orang tua Si Gadis juga sudah merestuinya kalau kamu bersedia menikahi keledai yang kamu bawa lari kamu juga akan saya vonis penjara dua hari seperti terdakwa pertama Bagaimana Apa kamu bersedia tanya Abu Nawas mendengar penjelasan tersebut spontan Baginda Raja tertawa terpingkal-pingkal sementara si tertawa kedua Hanya bisa pasrah menerima vonis yang dijatuhkan kepadanya sampai di sini dulu perjumpaan kita Semoga anda terhibur wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Admin Saya adalah individu yang selalu berusaha untuk menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan hobi saya. Saya percaya bahwa mengembangkan keterampilan dalam berbagai bidang akan memberikan saya perspektif yang lebih luas dan kemampuan untuk menyelesaikan masalah dengan cara yang lebih kreatif.

Posting Komentar untuk "KISAH CERITA ABU NAWAS MENGERJAI SEORANG PERTAPA"