KISAH SIASAT ABU NAWAS LOLOS DARI HUKUMAN GANTUNG

KISAH SIASAT ABU NAWAS LOLOS DARI HUKUMAN GANTUNG

Assalamualaikum semuanya semoga Allah senantiasa memberikan keberkahan kepada kita semuanya amin ya robbal alamin keinginan Baginda Raja untuk menghukum Abu Nawas Sebenarnya masih bergejolak tapi Baginda Raja sudah kehabisan akal untuk menjebak Abu Nawas hampir semua cara sudah dilakukan tapi Abu Nawas selalu saja bisa lolos 


kecerdikan Abu Nawas malah terkadang membuat Baginda Raja menanggu malu alih-alih bisa menjebak Abu Nawas malah dirinya yang dipermalukan Hal itulah yang membuat Baginda Raja kapok untuk menjebak Abu Nawas kemudian penasehat istana menyarankan supaya Baginda Raja memanggil seseorang ilmuwan cerdas untuk mengalahkan Abu Nawas menjebak pencuri harus dengan pencuri begitu juga untuk menjebak orang jadi harus dengan orang cerdik 


ujar penasehat istana Mendengar hal itu Baginda Raja pun tersenyum seolah mendapat angin segar untuk mengalahkan Abu Nawas Baginda Raja kemudian memerintahkan menterinya agar dicarikan seorang ilmuwan yang cerdas singkat cerita datanglah seorang ilmuwan yang diinginkan Baginda Raja kepada sang ilmuwan Baginda Raja menanyakan cara terbaik untuk menjebak Abu Nawas sang ilmuwan lalu memberitahu cara yang paling jitu untuk menjebaknya setelah rencana disusun dengan matang maka dipanggillah Abu Nawas ke istana setelah Abu Nawas dihadapkan dengan sang ilmuwan maka dimulailah debat antara keduanya disaat itulah Abu Nawas melakukan kesalahan fatal pasalnya ia malah masuk ke dalam jebakannya walhasil Abu Nawas terancam hukuman mati 


mengetahui hal tersebut Baginda Raja merasa puas karena berhasil menjebak Abu Nawas tapi yang membuat Baginda Raja heran Abu Nawas terlihat biasa saja Tak sedikitpun merasa ketakutan wahai Abu Nawas hari ini juga kamu akan saya hukumati bisa dengan dipancung atau digantung Apakah ada permintaan terakhir yang ingin kau sampaikan tanya Baginda Raja inilah saat-saat yang ditunggu Abu Nawas untuk melancarkan ide cemerlangnya ada Paduka yang mulia jawab Abu 


Nawas singkat sebutkan apa keinginanmu tanya Baginda Raja sudilah kiranya hampir diperkenankan untuk memilih hukuman mati yang hamba anggap cocok minta Abu Nawas Baiklah aku izinkan kamu untuk memilihnya hukuman Apa yang kau inginkan tanya Baginda Raja kembali Paduka yang mulia yang hamba pinta adalah bila pilihan hamba benar hamba bersedia dihukum pancung tetapi jika pilihan hamba dianggap salah maka hamba dihukum gantung saja kata Abu Nawas memohon kamu memang orang yang aneh Abu Nawas di saat-saat yang amat Genting pun kamu masih sempat bersenda gurau tetapi ketahuilah wahai Abu Nawas bagiku segala tipu muslihatmu hari ini tak akan bisa membawamu 


kemana-mana kata Baginda Raja Sambil tertawa hamba tidak bersendawa guru Paduka yang mulia kata Abu Nawas bersungguh-sungguh hal ini membuat Baginda Raja makin tertawa terpingkal-pingkal belum selesai Baginda Raja tertawa Abu Nawas berteriak dengan lantang hamba minta dihukum pancung semua orang yang hadir langsung kaget mereka belum mengerti Mengapa Abu Nawas membuat keputusan itu tetapi kecerdikan otak Baginda Raja menangkap sesuatu yang lain sehingga tawa Baginda yang semula keras mendadak langsung berhenti kening Baginda berdenyut mendengar ucapan Abu Nawas sedangkan Baginda Raja tidak berani menarik kata-katanya karena disaksikan oleh ribuan rakyatnya Baginda Raja sudah terlanjur mengabulkan Abu Nawas menentukan hukuman mati yang paling cocok untuk dirinya kini kesempatan abu Nawas untuk membela diri Paduka yang mulia hambatan tadi mengatakan bahwa hamba akan dihukum pancung dan kalau pilihan hamba benar maka hamba dihukum gantung 


tetapi Dimanakah letak kesalahan pilihan hamba sehingga hamba harus dihukum gantung padahal hamba telah memilih hukuman pancung permainan kata-kata Abu Nawas membuat Baginda Raja tercengang benar-benar luar biasa otak Abu Nawas ini rasanya tidak ada lagi manusia pintar selain Abu Nawas di negeri Baghdad ini gumam Baginda Raja Baiklah Abu Nawas aku mengampunimu tapi sekarang Jawablah pertanyaanku ini berapa banyakkah bintang di langit tanya Baginda Raja Oh Gampang sekali Paduka jawab Abu Nawas Iya tapi Berapa 100 juta 100 miliar tanya Baginda Raja bukan Paduka cuma sebanyak pasir di pantai jawab Abu Nawas kau ini bagaimana bisa orang menghitung pasir di pantai ujar Baginda Raja kalau begitu lalu Bagaimana pula orang bisa menghitung bintang di langit balas Abu Nawas lagi-lagi Baginda Raja Terkesima oleh kecerdikan Abu 


Nawas dalam memecahkan persoalan dengan cara yang amat sederhana Abu Nawas pun akhirnya dipersilahkan untuk pulang dan diberi hadiah berupa pundi-pundi emas cerita berikutnya dikisahkan ada seorang pemuda yang tak mempercayai adanya alam akhirat menurutnya itu hanyalah sebuah omong kosong si Pemuda sangat berhasrat sekali ingin mengajak debat Siapa saja yang meyakini adanya alam akhirat hingga pada suatu ketika saat si Pemuda nongkrong di warung ia melihat Abu Nawas Tengah duduk bersama kawan-kawannya kala itu Abu Nawas sedang menjelaskan betapa Pedihnya Siksa Kubur terutama bagi orang-orang kafir yang tak mempercayai Allah dan rasulnya wahai Abu Nawas jadi orang kafir ketika di alam kubur dia langsung mendapatkan siksa 


tanya salah satu kawannya benar orang tersebut langsung mendapatkan siksa jawab Abu Nawas mendengar percakapan Abu Nawas dan kawan-kawannya si pemuda merasa penasaran Apa benar apa yang dikatakan Abu Nawas Saya ingin membuktikannya kata si pemuda dalam hati Ia pun segera meninggalkan warung dan pergi menuju pemakaman orang kafir Sesampainya di sana si Pemuda mendekati salah satu makam dan menempelkan telinganya ke tanah kuburan namun setelah sekian lama si Pemuda Tak Mendengar apapun dasar Abu Nawas ia pandai sekali berdusta pantesan Ia banyak disukai orang buayanya Terdengar sangat meyakinkan batin si pemuda di saat itulah terbersih di benaknya untuk mempermalukan Abu Nawas ini saat yang tepat untuk mengajaknya berdebat akan aku permalukan dia di depan orang-orang ucap si Pemuda maka ia pun 


langsung beranjak dari Pemakaman dan Kembali menuju warung untuk menemui Abu Nawas dan kawan-kawannya Setelah tiba di hadapan Abu Nawas si Pemuda berkata Hai Abu Nawas Barusan aku dari kuburan orang kafir kau bilang katanya orang kafir di alam kubur mereka disiksa oleh malaikat tapi aku sama sekali tidak mendengar apapun tidak ada suara tangisan ataupun jeritan ceritamu tentang 


Siksa Kubur hanyalah dongeng semata Abu Nawas tidak bisa dibuktikan mendengar perkataan si pemuda yang tiba-tiba sempat membuat Abu Nawas terkecil wahai anak muda kemarilah duduklah bersama kami biar nanti saya jelaskan ajak Abu Nawas sambil tersenyum si Pemuda pun mendekati Abu Nawas dan duduk tepat di sampingnya jadi kamu tidak percaya adanya akhirat tanya Abu Nawas aku sama sekali tidak percaya coba buktikan kalau akhirat itu ada tantang si Pemuda jadi kamu juga tidak percaya dengan adanya Siksa Kubur tanya Abu Nawas kembali Tentu saja aku tidak percaya kan tadi sudah aku bilang Aku barusan dari kuburan orang kafir yang katanya sedang disiksa tapi aku sama sekali tidak mendengar teriakan mereka jawab si Pemuda wahai anak muda ada yang perlu kamu ketahui bahwa antara alam dunia alam kubur dan alam akhirat 

KISAH SIASAT ABU NAWAS LOLOS DARI HUKUMAN GANTUNG

itu dimensinya beda-beda tidak mungkin bergabung menjadi satu terang Abu Nawas itu sih hanya alasanmu saja Abu Nawas karena kamu tidak bisa membuktikan ucapanmu balas si Pemuda Baiklah saya akan bertanya kepadamu Apakah kamu pernah tidur di samping kawanmu dan dalam tidurmu kamu memimpikan sesuatu tanya Abu Nawas Iya saya pernah Memangnya kenapa Jawab si Pemuda ketika kamu bermimpi sesuatu yang menakutkan misalnya kamu dikejar oleh ular raksasa saat itu kamu sangat ketakutan bahkan sampai teriak minta tolong sambil berlari dengan sekencang-kencangnya Apakah kawanmu yang sedang duduk di sampingmu mendengar teriakanmu Apakah kawanmu bisa mengetahui kalau kamu sedang merasakan ketakutan yang amat sangat justru yang kawanmu tahu ketika melihatmu dia menganggap kamu sedang tertidur pulas padahal waktu itu kamu sedang ketakutan dan butuh pertolongan Itulah contoh gambaran saat kamu mendatangi kuburan orang kafir 


yang kamu lihat Mereka terlihat begitu tenang Padahal mereka sedang mengalami siksaan yang begitu Dahsyat kata Abu Nawas menjelaskan Mendengar hal itu si Pemuda pun hanya terdiam dalam hati ia membenarkan apa yang diterangkan oleh Abu Nawas cerita berikutnya di suatu sore yang cerah Abu Nawas duduk di depan rumah sambil menghirup secangkir teh hangat sesekali ia bersenandung sholawat mengiringi hati yang tengah bahagia tapi tiba-tiba ia dikagetkan sekelebat bayangan hitam melintas tepat di depannya bayangan hitam tersebut terlihat menuju samping rumahnya Karena penasaran Abu Nawas pergi ke samping rumah tepat di mana bayangan tersebut baru saja menghilang Hai siapa di situ siapakah gerangan ucap Abu Nawas memastikan ada seseorang di sana ketika Abu Nawas mendekat Ia pun langsung terkejut ternyata itu adalah seorang laki-laki bersama anak kecil yang badannya penuh luka dan lebam Ada apa ini 


Kenapa badan kalian penuh luka Dari mana asal kalian tanya Abu Nawas lelaki itu terlihat ketakutan sedangkan anak kecil di sampingnya terus menangis melihat hal itu Abu Nawas pun merasa iba Ia lalu mengajak kedua orang ini duduk di depan rumahnya tak lupa Abu Nawas juga memberinya makan dan minum setelah ketakutan mereka agak reda barulah si lelaki menceritakan semua kejadian yang menimpanya saya mendatangi peternakan domba milik saudagar kaya lalu saya mengambil sedikit susu domba untuk anak saya yang seharian belum makan saya akui saya bersalah karena telah mengambil tanpa izin kemudian saya mendatangi saudagar tersebut agar mau mengikhlaskannya tapi dia malah marah dan menghukum kami berdua saudagar tersebut memerintahkan para penjaga untuk memukuli saya dan anak saya tapi berdua dihajar tanpa ampun ketika mereka lengah kami berdua langsung melarikan diri 


dan bersembunyi di samping rumah tuan Kata Lelaki itu menjelaskan berlinanglah air mata Abu Nawas mendengar cerita tersebut kurang ajar saudara ke domba itu pikir Abu Nawas Abu Nawas kemudian mengobati luka-luka mereka membekali mereka beberapa makanan dan alat yang dibutuhkan untuk perjalanan pulang Mereka pun sangat senang dan sangat berterima kasih kepada Abu Nawas setelah kedua orang itu pergi Abu Nawas merasa lega ia kembali duduk di depan rumahnya sambil memikirkan kejadian yang barusan ia alami tanpa Abu Nawa sadari ternyata sedari tadi ada yang memata-matainya dia adalah menteri sang raja yang menaruh dendam kepada Abu Nawas di saat yang sama saudagar domba dan para penjaganya lewat di depan sang menteri si saudagar lalu 

KISAH SIASAT ABU NAWAS LOLOS DARI HUKUMAN GANTUNG

menanyakan kepada sang menteri perihal seorang laki-laki dengan anaknya apakah Tuan menteri melihatnya tanya si Saudagar mendengar itu sang menteri langsung tersenyum sinis Ini kesempatan yang tepat untuk membuat celaka Abu Nawas pikir sang menteri Ia pun lalu memberitahu kepada saudagar domba bahwa orang yang dicarinya berada di rumah Abu Nawas dengan cepat dan Sigap saudagar domba beserta penjaganya pergi menuju rumah Abu Nawas dari kejauhan dari tempat duduk Abu Nawas Abu Nawas melihat saudagar domba dan para penjaganya berjalan ke arahnya sebelum mereka melihat Abu Nawas Abu Nawas cepat-cepat masuk ke dalam rumah dan menutup pintunya sesampainya di rumah Abu Nawas saudagar dan para penjaga langsung membuka pintu rumah dan masuk tanpa permisi Hei Abu Nawas Apa kamu lihat seorang lelaki dan 


anaknya tanya saudagar domba Tidak selama aku di sini aku tidak melihat siapapun jawab Abu Nawas mendengar jawaban Abu Nawas saudagar domba hanya terdiam ia tak berani membantah karena ia tahu bahwa Abu Nawas adalah orang kesayangan Baginda Raja kalau sampai ia mencelakai Abu Nawas bisa-bisa ia beserta penjaganya dihukum mati oleh Baginda Raja Mereka kemudian memilih untuk kembali mendatangi sang menteri Tuan menteri Abu Nawas tidak mengakuinya aku tahu dia telah berbohong kata saudagar domba kepada sang menteri Harusnya kamu pukul saja dia pasti dia akan mengaku balasan menteri Aku tidak berani dan menteri Dia itu orang kesayangan Raja kalau sampai dia kenapa-napa aku bisa dihukum mati oleh Baginda Raja ujar saudagar domba Ya sudah begini saja Kau adukan hal ini kepada Baginda Raja Baginda Raja paling tidak suka dengan pembohong siapapun orangnya kalau ketahuan berbohong 


pasti akan dihukum kata Sang menteri menyarankan singkat cerita saudagar domba menghadap Baginda Raja untuk mengadukan masalahnya Abu Nawas telah berbohong Paduka atas kesalahan yang dibuatnya kata saudagar domba Memangnya apa yang telah dilakukan Abu Nawas tanya Baginda Raja dia menyembunyikan seorang pencuri Paduka pencuri itu telah mengambil susu dombaku saat aku mendatangi rumahnya aku minta untuk menunjukkan keberadaan Si Pencuri tapi kata Abu Nawas dia tidak melihat siapapun Padahal jelas-jelas dia menolong Si Pencuri jawab saudagar domba setelah mendengar pengaduan tersebut maka dipanggillah Abu Nawas untuk menghadap Baginda 


Raja Hai Abu Nawas Apa benar kamu telah menyembunyikan seorang pencuri tanya Baginda Raja Kenapa sih kamu malah melindungi perbuatan jahat kata Baginda Raja melanjutkan Abu Nawas tidak terima dengan hal ini ia pun menyangkal tuduhan tersebut ampun Paduka yang mulia Paduka Jangan mudah percaya siapa sih yang melaporkan hal ini dan mana saksinya kalau saya berbuat demikian tanya Abu Nawas dengan cepat dan Sigap saudagar domba dan menteri berdiri di hadapan Raja aku orangnya yang telah melaporkanmu Abu Nawas ucap saudagar domba dan menteri ini adalah saksinya ia melihat langsung kejadian itu kata juragan domba melanjutkan suasana pun semakin menegang sang raja meminta saudagar domba untuk menceritakan kembali kejadian tempo hari 


Waktu itu saya mengejar kedua pencuri lalu saya mendatangi rumah Abu Nawas saya tanya kepadanya Apakah dia melihat pencurinya atau tidak Tapi Abu Nawas menjawabnya tidak melihat padahal Tuhan menteri jelas-jelas tahu kalau pencuri itu bersembunyi di rumah Abu Nawas ucap juragan domba Baginda Raja pun angkat bicara Bagaimana Abu Nawas apa pembelaanmu begini Paduka yang mulia memang ada seorang lelaki dan anaknya datang ke rumah saya tapi mereka berdua berada di luar rumah sedangkan saudagar ini bertanya saat saya berada di dalam rumah ya saya jawab saja selama aku di sini aku tidak melihat siapapun 


Apakah Saya berbohong Tentu saja tidak berduka saya malah menjawab dengan sejujur-jujurnya di dalam rumah saya tidak melihat siapapun ucap Abu Nawas Baginda Raja pun membenarkan Apa yang diucapkan Abu Nawas atas pembelaannya sementara sang menteri dan saudagar domba tak bisa menyangkal dengan kecerdikan Abu Nawas Baiklah terlepas dari ini semua Saya ingin bertanya padamu Abu Nawas Apa sih yang membuatmu menolong kedua pencuri itu padahal kan kamu tahu kalau Mencuri itu perbuatan yang melanggar hukum 


Agama dan hukum negara tapi kenapa kamu malah menolong mereka ini bisa dijadikan bukti untuk menghukum Kamu Abu Nawas ancam Baginda Raja Abu Nawas lalu menceritakan kronologi Kenapa dirinya berbuat demikian dia itu hanya mengambil sedikit susu Paduka untuk memberi makan anaknya yang kelaparan harusnya Paduka bertanggung jawab atas kondisi mereka mereka adalah rakyat Paduka yang kelaparan tapi si saudagar ini malah memukulinya sampai luka parah hingga tubuhnya penuh luka dan lebam tutur Abu Nawas menjelaskan 

KISAH SIASAT ABU NAWAS LOLOS DARI HUKUMAN GANTUNG

mendengar itu Baginda Raja sontak terkejut wajahnya berubah merah menahan emosi dengan penuh amarah Baginda Raja berkata kepada saudagar domba Hai kamu cari lelaki itu dan anaknya kamu minta maaf padanya dan berikan dia separuh dari kekayaanmu kalau kamu menolak perintahku kamu akan saya hukum seberat-beratnya seketika saudagar domba itu langsung ketakutan tubuhnya gemetaran dan wajahnya pucat Pasi akhirnya berkat Abu Nawas si lelaki miskin dan anaknya kini hidup berkecukupan sedangkan sang menteri yang benci dengan Abu Nawas tidak berhasil membuat Abu Nawas dihukum sampai di sini dulu perjumpaan kita Semoga anda terhibur wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Admin Saya adalah individu yang selalu berusaha untuk menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan hobi saya. Saya percaya bahwa mengembangkan keterampilan dalam berbagai bidang akan memberikan saya perspektif yang lebih luas dan kemampuan untuk menyelesaikan masalah dengan cara yang lebih kreatif.

Posting Komentar untuk "KISAH SIASAT ABU NAWAS LOLOS DARI HUKUMAN GANTUNG"