NEKAT !! KISAH ABU NAWAS MENJUAL BAGINDA RAJA SEBAGAI BUDAK

NEKAT !! KISAH ABU NAWAS MENJUAL BAGINDA RAJA SEBAGAI BUDAK

Assalamualaikum semuanya semoga Allah senantiasa memberikan keberkahan kepada kita semuanya amin ya robbal alamin Terkadang untuk menunjukkan suatu praktek kejahatan kepada Baginda Raja tidak bisa hanya sekedar melaporkannya secara lisan namun Baginda Raja harus mengetahuinya dengan mata kepala sendiri bahwa masih banyak diantara rakyatnya yang hidup sengsara seperti diperjualbelikan sebagai budak Hal inilah yang membuat Abu Nawas resah dalam hatinya ia berkata Paduka harus tahu masalah ini kemudian Abu Nawas mencari cara untuk melaporkannya kepada Baginda Raja awalnya Abu Nawas akan melaporkannya secara lisan tapi terbesit ide konyol di benaknya kalau melaporkan praktek perbudakan secara lisan tentu Paduka tidak akan percaya akan lebih meyakinkan kalau Paduka raja yang mengalaminya sendiri pikir Abu 


Nawas Ia pun berencana menjual Baginda Raja sebagai budak karena menurutnya hanya Baginda yang pantas untuk dijual Bukankah selama ini Baginda Raja selalu mempermainkan dirinya maka sudah sepantasnya lah giliran Abu Nawas yang mengerjai Baginda Raja singkat cerita datanglah Abu Nawas ke istana menghadap Baginda Raja Paduka yang mulia Saya mempunyai sesuatu yang menarik dan saya ingin menunjukkannya hanya kepada Paduka kata Abu Nawas Apa itu Abu Nawas tanya Baginda Raja penasaran pokoknya sesuatu yang tidak pernah terlintas di benak Paduka yang mulia terang a Bu Nawas kalau begitu Cepatlah ajak aku ke sana untuk menyaksikannya pinta Baginda Raja tetapi Paduka ada 

NEKAT !! KISAH ABU NAWAS MENJUAL BAGINDA RAJA SEBAGAI BUDAK

syaratnya ujar Abu Nawas Apa itu syaratnya tanya Baginda Raja mulai tidak sabar Paduka harus menyamar sebagai rakyat biasa sebab kalau Paduka menunjukkan jati diri Paduka yang sebenarnya maka Paduka tidak akan bisa melihat keajaibannya jelas Abu Nawas Karena rasa penasarannya yang begitu besar Baginda Raja menuruti persyaratan tersebut setelah Baginda Raja mengganti pakaiannya seperti pakaian orang biasa mereka berdua segera pergi menuju sebuah hutan Setibanya di sana Abu Nawas mengajak beristirahat sebentar di bawah sebuah pohon yang besar Paduka Istirahat di sini dulu saya akan menunjukkan sebuah kejutan untuk Paduka ucap Abu Nawas lalu Abu Nawas menemui seorang badui yang berprofesi sebagai penjual beli budak Hai kawan aku ingin menjual budak Apakah kau berminat banyak Abu Nawas kepada orang 


Badui mana budaknya balas orang Baduy itu dia sedang duduk di bawah pohon jawab Abu Nawas sembari menunjuk ke arah Baginda Raja Ayolah Mari kita dekati dia Aku ingin lihat supaya aku bisa menaksir harganya ajak orang Baduy tidak usah cukup dari sini saja saya tidak tega kalau menjual dia di hadapannya karena dia adalah temanku kamu cukup amati dia dari sini kalau cocok silahkan dibeli tutur Abu Nawas si orang badui mulai melihat dengan seksama dan mengamatinya dengan teliti kulitnya bersih dan badannya juga sehat pikir orang Baduy setelah dirasa cocok Ia lalu memberi Abu Nawas 10 keping emas sebagai tanda jadi kemudian Abu Nawas membuat surat kuasa yang menyatakan bahwa orang Baduy itu sekarang mempunyai hak penuh atas Baginda Raja sementara Baginda Raja yang tengah duduk menunggu Abu Nawas dihampiri orang badui yang telah membelinya siapa kamu tanya Baginda Raja Aku adalah tuanmu 


Sekarang jawab orang badui ia tidak tahu kalau di hadapannya adalah rajanya sendiri Apa maksudmu tanya Baginda Raja emosi dengar ya Abu Nawas telah menjualmu kepadaku dan ini surat kuasa yang sudah dibuatnya jawab orang Baduy apa Abu Nawas menjualku sebagai budakmu tanya Baginda Raja kaget Iya Dan mulai saat ini kau harus tunduk pada perintahku bentak orang Badui kamu tahu siapa aku sebenarnya tanya Baginda Raja tidak dan itu tidak perlu jawab orang Baduy lalu dengan kasarnya orang Baduy itu menyeret paksa Baginda Raja sampai di depan rumahnya Tak hanya itu Baginda Raja juga diberi kapak untuk membelah kayu-kayu besar karena saking banyaknya tumpukan kayu melihatnya saja sudah membuat Baginda Raja merasa ngeri apalagi harus membelahnya satu persatu Namun demikian Baginda Raja mencoba memegang kapak dan mulai membelah kayu-kayu tersebut melihat hal itu orang Baduy merasa heran dengan budak barunya kau ini bagaimana sih Masa memegang tapak saja tidak bisa bagian kapak yang tumpul kau Arahkan ke kayu dasar budak bodoh bentak orang 


Badui kemudian Baginda Raja membalikkan arah kapak dan mulai membelah kayu akan tetapi Apa yang dilakukan budak barunya terasa aneh dan kaku dalam pandangan si Baduy dengan tatapan sinis orang badui itu berkata kepada budak barunya aku rugi telah membelimu kamu budak terbodoh yang pernah aku lihat tak tahan dirinya terus-terusan dibentak si Baduy Baginda Raja Lantas menghardiknya Hai Baduy cukup semua ini Aku sudah lelah Mendengar hal itu membuat si Baduy bertambah emosi kurang ajar kau ini budakku kau harus patuh kepadaku bentak si Baduy dan memukulnya sampai Baginda Raja terjatuh 


Baginda Raja lalu bangkit sambil menunjukkan simbol kerajaan sebagai bukti bahwa dirinya adalah seorang raja seketika si Baduy langsung takut dan gemetaran ia segera bersimpuh di bawah kaki Baginda Raja dan memohon ampun sambil menangis sesenggukan Maafkan saya Paduka yang mulia Saya sungguh tidak tahu karena yang dikatakan Abu Nawas katanya Paduka adalah temannya kata si Baduy ketakutan bagi neraca pun mengampuni si Baduy karena apa yang dilakukannya adalah akibat keusilan Abu Nawas tetapi kepada Abu Nawas Baginda Raja Bukan main Bukannya ingin rasanya ia meremas-remas tubuh Abu Nawas Beberapa hari kemudian Abu Nawas ditangkap dan dihadapkan kepada Baginda 


Raja kurang ajar kau Abu Nawas perbuatanmu sangat keterlaluan Apa alasanmu menjualku sebagai budak bentak Baginda Raja Maafkan hamba Paduka yang mulia Sebenarnya saya ingin memberitahu bahwa masih ada praktek jual beli budak di negeri yang Paduka Pimpin Bukankah Paduka sudah melarang hal itu kalau saya melaporkannya secara lisan mungkin Paduka tidak akan percaya makanya saya ingin menunjukkannya secara langsung tutur Abu Nawas 


mendengar pembelaan Abu Nawas Baginda Raja pun terdiam dalam benaknya membenarkan apa yang dikatakan Abu Nawas Lalu bagaimana dengan si Baduy itu Paduka Apakah Paduka membebaskan dia bisa-bisa rakyat Paduka habis dijual olehnya kata Abu Nawas melanjutkan itu sekarang jadi tugasmu Abu Nawas kau dan beberapa prajurit istana datangi dia dan tangkap dia perintah Baginda Raja maka Abu Nawas bersama para prajurit segera melaksanakan tugas tersebut akhirnya Abu Nawas berhasil lolos dari hukuman Bahkan ia malah mendapat kepercayaan untuk menumpas praktek jual beli budak cerita berikutnya dikisahkan Abu Nawas sering pergi ke suatu kota untuk tujuan berdagang di kota tersebut Abu Nawas selalu mampir ke warung makan langganannya suatu ketika 

NEKAT !! KISAH ABU NAWAS MENJUAL BAGINDA RAJA SEBAGAI BUDAK

Abu Nawas baru saja tiba di kota itu seperti biasa ia terlebih dahulu mampir ke warung makan langganannya kawan saya pesan satu porsi ayam dan 2 butir telur Tapi bayarnya kalau dagangan saya terjual habis Boleh tidak tanya Abu Nawas Oh silahkan Abu Nawas kamu kan langganan di warung kami Tentu saja boleh jawab pemilik warung ketika Abu Nawas selesai makan Ia pun lalu pergi untuk menjualkan dagangannya setelah 3 bulan berlalu dagangan Abu Nawas terjual habis kemudian Abu Nawas mendatangi kembali warung makan langganannya Bagaimana Abu Nawas Apakah dagangannya laris tanya pemilik warung Alhamdulillah kawan dagangan saya laku semuanya Oh ya kawan saya pesan makanan seperti dulu satu porsi ayam dan 2 butir telur ucap Abu Nawas baik Abu 


Nawas kami akan langsung menyajikannya setelah Abu Nawas selesai makan Ia pun berkata saya minta total tagihannya jangan lupa ya digabung dengan tagihan 3 bulan lalu si pemilik warung segera menghitung totalnya dan memberikan secarik kertas ini semua total tagihannya Abu Nawas cukup 200 dirham saja kata si pemilik warung Abu Nawas langsung terkejut mendengar jumlah yang harus dibayarnya apa 200 dirham hanya untuk dua porsi ayam dan 4 butir telur kau bilang cukup 200 dirham kamu mau memeras saja ya tanya Abu Nawas emosi sabar dulu Abu Nawas jangan emosi begitu harga ini sudah cukup murah Coba kau pikir ayam yang kau makan sejak 3 bulan lalu apabila setiap harinya dia bertelur maka tentu akan menghasilkan ayam-ayam yang banyak bila dijual totalnya bisa sampai ribuan dirham tapi saya memintamu hanya membayar cukup 200 dirham kata si pemilik warung menjelaskan ini tidak adil bagaimana Kok bisa yakin satu ayam akan menghasilkan beberapa ayam ini hanya akal-akalan mu 


saja ujar Abu Nawas mendengar perkataan Abu Nawas si pemilik warung pun menjadi marah dan terjadilah perdebatan sengit antara mereka berdua kita harus menyelesaikan masalah ini kita temui Tuhan Hakim saja Apakah kau Keberatan tanya si pemilik warung aku tidak takut ayo kita ke tempat Tuhan Hakim tantang Abu Nawas ketika keduanya pergi menemui Hakim ternyata Tuan Hakim berpihak kepada si pemilik warung rupanya Tuan Hakim akan dijanjikan kiriman makanan lezat oleh si pemilik warung lalu Hakim bertanya kepada Abu Nawas Apakah kalian berdua menyepakati harga sejak 3 bulan lalu tidak Tuan Hakim jawab Abu Nawas kalau begitu mungkin saja dalam jangka waktu 3 bulan ayam yang tamu makan akan menghasilkan ratusan telur dan ayam tutur Tuan Hakim Iya itu mungkin saja tapi kalau ayamnya hidup sedangkan ayam yang aku makan sudah mati dan dimasak balas Abu Nawas namun pendapat Abu Nawas tidak dihiraukan oleh Tuan Hakim karena Ia cenderung memihak kepada si pemilik warung Saya 


minta kasus ini ditangguhkan sampai besok pagi karena waktu sudah menjelang sore minta Abu Nawas permintaan Abu Nawas pun dikabulkan oleh Tuan Hakim seharian Abu Nawas memikirkan cara supaya bisa memenangkan kasusnya namanya saja Abu Nawas dia tidak akan pernah kehilangan akal cerdiknya akhirnya aku menemukan ide yang cemerlang Tata Abu Nawas dalam hati pada esok harinya berangkatlah Abu Nawas menuju rumah tuan Hakim Setibanya di sana ternyata si pemilik warung sudah datang lebih awal Kenapa kau terlambat dan membiarkan kita menunggu tanya Tuan Hakim jengkel maaf dan hakim tadi ada tamu kawan bisnis dia minta biji gandum untuk ditanami Terpaksa aku harus merebusnya dulu Setelah matang baru aku berikan kepadanya untuk ditanam itulah yang membuatku datang terlambat kata Abu Nawas menjelaskan mendengar itu Tuan Hakim dan pemilik warung menertawakan Abu Nawas lalu 


dengan nada mengejek si pemilik warung berkata kepada Abu Nawas luar biasa saya baru dengar ada biji gandum yang sudah direbus ditanam dan kemudian bisa tumbuh Tuan Hakim Dan si pemilik warung kembali tertawa terpingkal-pingkal setelah tawa mereka mereda Abu Nawas pun berkata itu memang aneh tapi kenapa kalian tidak tertawa ketika mendengar ada ayam yang sudah dimasak bisa bertelur dan berkembang biak lalu dipatok dengan harga sebesar 200 Dirham spontan Hakim dan pemilik warung berdiam tak sepatah kata pun yang terucap dari mulut mereka Kenapa kalian diam saja Apa harus aku yang tertawa tanya Abu Nawas wajah mereka berdua mendadak langsung pucat setelah terdiam agak lama Abu Nawas pun lalu pergi meninggalkan mereka akhirnya Abu Nawas berhasil lolos dari siasat licik si pemilik warung cerita berikutnya dikisahkan Baginda Raja baru saja melantik Hakim istana yang baru Hakim tersebut terkenal jujur dan juga baik hati yang paling disukai Baginda dari hakim baru ini ia gemar 


berburu di hutan seperti dirinya suatu hari di sela-sela waktu santai Baginda Raja ia memanggil Hakim baru tersebut untuk menghadapnya Bagaimana pekerjaanmu Apakah ada kasus yang sulit diselesaikan tanya Baginda Raja Alhamdulillah Paduka semua pekerjaan masih bisa saya atasi jawab Hatim istana bagus Awas jangan main-main dengan jabatanmu kalau kamu sampai ketahuan menerima sogokan saya bukan hanya akan memecatmu tapi juga akan memenjarakanmu ancam Baginda Raja jangan khawatir Paduka Saya ini bukan tipe orang yang suka disogok malah Saya justru membenci perbuatan itu saya ini sudah kaya Paduka buat apa menerima sogokan Bukankah Paduka atau sendiri gajian Saya sebagai Hakim sepenuhnya saya Sumbangkan untuk fakir miskin ujar Hakim istana Baiklah saya percaya padamu Oh iya Saya dengar katanya kamu gemar berburu di hutan bagaimana kalau besok kita berburu bersama-sama ajak 


Baginda Raja dengan senang hati wahai Paduka yang mulia saya terima ajakan Paduka balas Hakim istana Baiklah besok kita berangkat tapi saya akan mengajak serta Abu Nawas timbal Baginda Raja Abu Nawas yang saat itu sedang cekcok dengan istrinya langsung menerima ajakan Baginda Raja dengan begitu ia bisa menghindari omelan sang istri singkat cerita Abu Nawas Hakim istana dan Baginda Raja pergi meninggalkan istana ketiganya memulai perjalanan menuju hutan Abu Nawas Apa kamu punya saran hutan mana yang akan kita tuju tanya Baginda Raja ada Paduka hutan di seberang lautan di sana banyak hewan kijang tapi hutan tersebut terkenal angker jawab Abu Nawas sama setan saja masa takut ayo kita ke sana balas Baginda Raja ketiganya lalu menuju hutan yang terkenal angker saat akan memasuki hutan tersebut Abu Nawas mulai merasakan Aura mistis Paduka apa Paduka yakin akan masuk ke dalamnya tanya Abu Nawas Tenang saja Abu Nawas saya dan hakim istana Sudah pengalaman keluar masuk ke dalam hutan jawab Baginda Raja tidak Berapa lama tampak seekor Kijang 


muncul di hadapan mereka Baginda Raja dan hakim istana langsung mencabut anak panah dan membidiknya tapi sayang bidikan mereka meleset sehingga membuat Kijang tersebut berlari ke tengah hutan Ayo kita kejar teriak Baginda Raja Mereka pun mengikuti arah harinya Kijang sedang asyik-asiknya mengejar hewan buruan tiba-tiba muncul seekor harimau melihat ada mangsa di depannya harimau itu langsung mengejarnya Baginda Raja dan Abu Nawas serta Hakim istana spontan kabur menghindari kejaran harimau Setelah beberapa lama kemudian akhirnya mereka bertiga pun selamat namun mereka dihadapkan permasalahan baru pasalnya mereka tidak tahu arah mereka bertiga tersesat di tengah hutan yang angker baik Baginda Raja Hakim istana dan Abu Nawas mereka tidak tahu harus minta tolong kepada siapa apalagi langit sudah mulai terlihat gelap di tengah situasi yang genting tiba-tiba entah datangnya dari mana Muncul kakek tua misterius yang berpakaian serba putih Kenapa kalian sampai ke tempat ini tahukah kalian kalau tempat ini sangat berbahaya tanya kakek tua tersebut kami tersesat kek Apakah Kakek bisa membantu kami kata Baginda Raja 


aku bisa membantu kalian tapi masing-masing dari kalian hanya dibatasi satu permintaan balas kakek tua kemudian Baginda Raja mengungkapkan keinginannya begini kek Saya ingin pulang ke istana saya ini adalah raja Saya tidak ingin kehilangan istana saya minta Baginda Raja Baiklah keinginanmu saya kabulkan jawab kakek tua seketika Baginda Raja langsung menghilang ia kini sudah berada di istananya Duduk di singgasana Bersama sang permaisuri syukurlah Akhirnya aku bisa kembali berada di sini ucap Baginda Raja Sekarang giliranmu apa permintaanmu tanya kakek tua kepada hakim istana saya adalah Hakim istana yang kaya raya Saya ingin pulang ke rumah saya yang megah saya tak mau kehilangan harta kekayaanku Saya ingin secepatnya berkumpul dengan istri dan anak-anakku minta hati istana Baiklah keinginanmu saya kabulkan jawab kakek tua seketika Hakim istana langsung menghilang ia kini berada di rumah 

NEKAT !! KISAH ABU NAWAS MENJUAL BAGINDA RAJA SEBAGAI BUDAK

megahnya berkumpul dengan istri dan anak-anaknya kini tinggallah Abu Nawas seorang diri di dalam hutan Sekarang giliranmu apa permintaanmu tanya kakek tua kepada Abu Nawas Saya ini orang miskin kek rumah saya kecil dan tidak ada harta yang berharga di rumah saya juga sedang cekcok sama istri saya tidak tahan dengan omelannya Hal inilah yang membuat saya tidak betah di rumah jadi saya meminta supaya Baginda Raja dan hakim istana dikembalikan ke sini untuk 


menemaniku minta Abu Nawas seketika permintaan Abu Nawas terkabul Baginda Raja dan hakim istana tiba-tiba kembali berada di sampingnya Hakim istana dan Baginda Raja terkejut dengan kejadian ini kenapa kami kembali berada di sini tanya Baginda Raja dan hakim istana itu atas permintaan tawanmu katanya dia sedang tidak betah di rumah dia ingin kalian berdua menemaninya di sini jawab kakek tua Abu Nawas kamu kurang ajar teriak Hakim istana dan Baginda Raja sementara si kakek tua misterius itu langsung menghilang dari hadapan sampai di sini dulu perjumpaan kita Semoga anda terhibur wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Admin Saya adalah individu yang selalu berusaha untuk menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan hobi saya. Saya percaya bahwa mengembangkan keterampilan dalam berbagai bidang akan memberikan saya perspektif yang lebih luas dan kemampuan untuk menyelesaikan masalah dengan cara yang lebih kreatif.

Posting Komentar untuk "NEKAT !! KISAH ABU NAWAS MENJUAL BAGINDA RAJA SEBAGAI BUDAK"