KETIKA RAJA FIRAUN DITANTANG SEORANG PEMUDA UNTUK MERUBAH BUAH ANGGUR JADI EMAS

KETIKA RAJA FIRAUN DITANTANG SEORANG PEMUDA UNTUK MERUBAH BUAH ANGGUR JADI EMAS

Assalamualaikum semuanya semoga Allah senantiasa memberikan keberkahan kepada kita semuanya amin ya robbal alamin dikisahkan Pada suatu hari Raja Firaun yang mengaku Tuhan kedatangan seorang pemuda di istananya Pemuda tersebut datang dengan membawa buah anggur sebagai persembahan saat buah anggur sudah berada di tangan Firaun si Pemuda kemudian berkata Paduka Raja Bukankah Paduka Raja adalah Tuhan tanya si Pemuda benar Memangnya kenapa kau tidak mau mengakui saya sebagai Tuhan kata Firaun balik bertanya Saya hanya ingin pembuktian kalau Paduka memang Tuhan Ubahlah anggur itu menjadi emas ucap si Pemuda mendengar ucapan tersebut seketika Raja Firaun langsung terkejut ia tak menyangka sama sekali dengan permintaan si Pemuda sejenak Raja Firaun terdiam kemudian Ia pun kembali berkata 

Beri aku waktu satu hari maka Pulanglah si Pemuda meninggalkan istana raja Firaun selepas kepergian si Pemuda Firaun masih terus berpikir bagaimana caranya merubah anggur menjadi emas ketika malam tiba Firaun pun masuk ke dalam kamar untuk beristirahat namun semalaman ia tak dapat tidur karena masih memikirkan cara untuk mengabulkan permintaan si pemuda di saat tengah kebingungan tiba-tiba pintu kamarnya diketuk Siapa itu tanya Raja Firaun ternyata yang mengetuk pintu adalah Iblis kemudian iblis masuk ke dalam kamar 



Firaun dan berkata Tuhan macam apa kau ini ada orang di balik pintu saja kau tidak tahu melihat ada setangkai anggur di kamarnya iblis segera mengusapnya seketika itu setangkai anggur tersebut langsung berubah jadi emas tentu saja hal ini membuat Raja Firaun terkejut dan tak bisa berkata apa-apa lalu iblis menatap Raja Firaun dengan Tatapan yang sangat tajam Aku yang punya kekuatan seperti ini saja tidak pantas jadi hamba tuhan Bagaimana bisa kau yang lemah ini mengaku Tuhan kata iblis kepada raja Firaun iblis pun kemudian Beranjak Pergi Meninggalkan kamar raja Firaun Tapi saat iblis hendak keluar Raja Firaun sempat mencegahnya dengan satu pertanyaan Mengapa kau dulu tak mau bersujud kepada Adam tanya Raja Firaun mendapat pertanyaan tersebut iblis berbalik badan untuk menjawab Karena aku tahu diantara keturunannya ada orang semacam kamu iblis pun segera berlalu meninggalkan Raja Firaun dalam ajaran islam iblis dan Firaun adalah dua sosok makhluk terlaknat yang akan kekal di dalam neraka dosa iblis adalah karena kesombongannya dan hasut kepada Nabi Adam alaihissalam ia takabur dan menolak perintah Allah untuk bersujud kepada Nabi Adam alaihissalam sedangkan dosa Firaun adalah takabur dengan mengakui dirinya sebagai Tuhan dan memusuhi nabi utusan Allah yaitu Nabi Musa Alaihissalam pada kesempatan lain iblis kembali menemui Raja Firaun di 



istananya pada pertemuan itu mereka pun terlibat dalam sebuah percakapan Apakah kau mengenaliku tanya iblis saat mendatangi Raja Firaun ya aku mengenalimu jawab Raja Firaun Hai Firaun kau telah mengalahkanku dalam satu hal Ucap si iblis Apa itu tanya Raja Firaun keheranan kelancanganmu mengaku sebagai Tuhan jawab si iblis wahai Firaun ketahuilah sungguh aku lebih tua darimu aku lebih berpengetahuan dan lebih kuat darimu tapi aku tak pernah mengaku sebagai Tuhan kata iblis melanjutkan engkau benar wahai iblis tapi nanti aku akan bertaubat balas Raja Firaun mendengar keinginan Firaun yang akan bertaubat maka iblis kembali berkata Wahai Firaun jangan terburu-buru Bukankah penduduk Mesir menerimamu sebagai Tuhan jika kau bertobat mereka pasti akan meninggalkanmu mereka akan merangkul musuh-musuhmu dan menghancurkan kekuasaanmu hingga kau tersungkur dalam kehinaan tutur iblis Laknatullah 



tujuan dari ucapan iblis adalah supaya Firaun tidak kembali ke jalan yang benar karena jika Firaun tidak bertaubat dan tetap mengakui dirinya sebagai Tuhan maka akan lebih baik bagi iblis sehingga makin banyak manusia tersesat dan menemaninya di neraka kelak kemudian Firaun kembali berkata kepada iblis kau benar wahai iblis namun Tahukah Engkau siapa di muka bumi ini yang lebih buruk dari kita berdua tanya Raja Firaun orang yang tidak mau menerima permintaan maaf orang lain dialah orang yang lebih buruk dari kita berdua jawab iblis hikmah dari kisah ini betapa pentingnya memberikan maaf kepada orang lain terlepas dari siapa yang salah dan siapa yang tidak bersalah kisah ini terdapat dalam kitab an-nawatir karya Syekh sihabuddin Ahmad bin Salamah Al misri wallahualam cerita berikutnya Pada suatu hari seorang saudagar yang sangat terkenal kaya akan mengadakan pesta besar-besaran dan terbilang cukup mewah karena yang mengadakan pesta adalah saudagar kaya Sudah barang tentu yang diundang juga 



dari kalangan orang-orang kaya tapi beda dengan Abu Nawas meskipun Abu Nawas bukanlah orang kaya Ia juga diundang ke pesta tersebut sebab Abu Nawas adalah seorang tokoh yang sangat terkenal dengan senang hati Abu Nawas pun menyanggupi untuk datang selepas waktu Ashar Abu Nawas sengaja mengosongkan perutnya agar saat berada di pesta nanti ia bisa makan sebanyak-banyaknya dengan sabar ia menunggu waktu menuju malam matahari seperti bergerak begitu pelan ke arah barat perlahan langit mulai berwarna keemasan kemudian lambat laun langit berubah menjadi gelap itu artinya Abu Nawas harus cepat bersiap pergi menghadiri pesta tersebut Abu Nawas pun segera melangkahkan kakinya menuju rumah saudagar kaya Sesampainya di sana Abu Nawas melihat sudah banyak orang berkumpul ada juga beberapa tamu yang baru datang hampir semua orang yang hadir menggunakan jubah kebesarannya 



para tamu yang baru datang disambutnya dengan ramah oleh si tuan rumah Akan tetapi karena Abu Nawas menggunakan baju yang Sudah usang belum lagi warnanya yang telah memudar jadi tak ada seorangpun yang menyambutnya bahkan tidak ada yang mau mengajaknya bicara melihat kondisi yang demikian Abu Nawas menengok ke sekitarnya sambil menghela nafas dengan perasaan kecewa Ia pun memutuskan untuk kembali pulang ke rumah tak lama setelah itu Abu Nawas kembali ke pesta tapi kali ini ia menggunakan jubah yang bagus dan indah sehingga Abu Nawas terlihat sangat berwibawa berbeda dari sebelumnya kali ini tuan rumah menyambutnya dengan ramah Abu Nawas diantar masuk ke dalam duduk bersama tamu-tamu yang lain Ia pun dipersilahkan duduk di depan meja besar yang penuh dengan hidangan mewah dan lezat tapi Abu Nawas bukannya makan dengan lahap seperti yang dibayangkan tadi siang ia malah Tak sedikitpun menyentuh hidangan tersebut Abu Nawas justru membuka jubah 



indahnya dan jubahnya itu ia letakkan di atas hidangan sambil berteriak Hai jubah Indah Makanlah hidangan itu tentu saja tingkah Abu Nawas ini mengundang banyak Perhatian para tamu undangan termasuk situan rumah sendiri ia memandang Abu Nawas penuh keheranan lalu Abu Nawas kembali berkata tadi waktu aku pertama ke sini memakai baju usang tidak ada seorangpun yang menyapa ataupun menyambutku apalagi sampai mempersilahkan untuk makan tapi setelah aku kembali ke sini dengan memakai jubah indah aku disambut dengan ramah aku dipersilahkan duduk di tempat yang bagus dan dihidangkan makanan yang enak-enak jadi makanan ini adalah hak jubahku bukan hak saya ucap Abu Nawas menjelaskan semua tamu yang hadir termasuk si tuan rumah langsung tersadar akan kekeliruannya mereka pun meminta maaf kepada Abu Nawas cerita berikutnya suatu hari Baginda Raja merasakan suntuk ia ingin keluar istana untuk menghilangkan rasa jenuhnya maka dipanggillah Abu Nawas untuk 



menemani sang raja jalan-jalan singkat cerita Abu Nawas dan Baginda Raja memulai perjalanannya saat dalam perjalanan Abu Nawas selalu bercerita yang membuat Baginda Raja terhibur ketika mereka berdua melintasi tepian pantai mereka Berhenti sejenak untuk beristirahat Baginda Raja lalu membasuh muka dan tangannya dengan air laut maka terbesit dalam benak Baginda akan sebuah pertanyaan Hei Abu Nawas menurutmu Kenapa air laut itu asin tanya Baginda Raja karena air laut tidak mengalir kemana-mana Paduka ia senantiasa di tempatnya Nah untuk mencegah agar air laut itu tidak busuk para leluhur kita dulu memberinya garam Itulah sebabnya air laut menjadi asin jawab Abu Nawas sebenarnya mendengar itu Baginda Raja tertawa terpingkal-pingkal perjalanan mereka berdua pun akhirnya dilanjutkan tidak Berapa lama dari kejauhan mereka berdua melihat sebuah benda berkilauan benda apa itu Abu Nawas Ayo kita ke sana ajak Baginda Raja Abu Nawas bergegas melangkah mendahului Baginda 



Raja setelah benda itu diambil oleh Abu Nawas ternyata hanya sebuah cermin Abu Nawas pun segera membuangnya kembali melihat hal itu Baginda Raja terkejut Kenapa dibuang Abu Nawas Memangnya itu benda apa tanya Baginda Raja benda yang sangat jelek Paduka Wajar saja kalau si pemilik membuangnya jawab Abu Nawas tapi benda itu terlihat berkilauan dari jauh ujar Baginda Raja kalau Paduka tidak percaya ambil saja sendiri balas Abu Nawas Karena penasaran Baginda Raja segera memungut benda itu setelah diamati ternyata itu hanyalah sebuah cermin Baginda Raja lalu berkata ini kan cermin Abu Nawas Kenapa kau bilang kalau benda ini sangat jelek tanya Baginda Raja coba Paduka perhatikan baik-baik pasti Paduka akan menemukan kejelekannya ujar Abu Nawas Baginda Raja kembali mengamati cermin tersebut di situ Baginda tidak menemukan kejelekan yang ada hanya wajahnya sendiri di dalam cermin Nah itu sudah nampak jeleknya ayo lekas dibuang saja Bendanya Paduka ucap Abu Nawas Baginda Raja mulai memahami 



maksud ucapan Abu Nawas kurang ajar kamu Abu Nawas balas Baginda Raja cerita berikutnya dikisahkan Abu Jahal sangat tertarik dengan cincin milik Abu Nawas sebenarnya Abu Nawas bersedia menjualnya asalkan harganya satu Dinar tapi karena Abu Jahal sangat bakhil ia enggan membelinya suatu kali saat Abu Jahal mencangkul tanah di ladang tanpa sengaja cangkulnya membentur benda keras karena dirasa mengganggu Ia pun berniat menyingkirkan benda keras tersebut ketika ia mengambilnya ternyata benda itu adalah koin uang satu Dinar betapa bahagianya hati Abu Jahal lalu digosoknya uang yang sudah karatan itu tapi kebahagiaannya tidak berlangsung lama karena setelah diamati uang koin temuannya adalah uang dinar palsu rasa kecewa pun hingga pada diri Abu Jahal Ia lalu berniat untuk membuang koin tersebut saat ia hendak membuangnya tiba-tiba terbesit niat jahat pada diri Abu Jahal kenapa aku harus membuangnya Bukankah dengan uang ini aku bisa mengelabui Abu Nawas aku akan membeli cincinnya dengan uang palsu ini pikir Abu Jahal dalam hati maka datanglah ia menemui Abu Nawas Hei Abu Nawas Apa kamu masih berniat menjual cincinmu tanya Abu jahil ya tapi harganya satu Dinar jawab Abu Nawas Baiklah Abu Nawas aku bersedia balas Abu Jahal ia pun memberikan uang palsu tersebut kepada Abu Nawas Abu Nawas menerimanya tanpa memastikan bahwa uang tersebut adalah 



palsu lalu oleh Abu Nawas uang tersebut ia gunakan untuk membeli daging di pasar si penjual daging juga sama ia menerima uang dari Abu Nawas tanpa memastikan bahwa uang tersebut adalah palsu kemudian si penjual daging membeli buah-buahan dengan menggunakan uang palsunya dari Abu Nawas esok harinya Abu Jahal mendatangi pedagang buah untuk menagih hutang sebanyak satu Dinar kamu sudah janji katanya hari ini kamu akan melunasi hutangmu kata Abu Jahal si pedagang buah Lalu memberikan uang palsu yang diperolehnya dari si penjual daging dengan hati gembira Abu Jahal langsung pulang ke rumah namun setelah diamati ternyata uang yang didapatnya adalah uang palsu kurang ajar dia telah menipuku ucap Abu Jahal emosi Ia pun pergi menghadap Tuhan Hakim untuk mengadukan si penjual buah Tuan Hakim si penjual buah telah menipuku dia membayar hutangnya pakai uang palsu keluh Abu Jahal mendengar 



keluhan Abu Jahal kemudian Tuan Hakim memanggil si pedagang buah Kenapa kamu membayar hutang pakai uang palsu tanya Tuan Hakim Ampun Tuan Hakim saya sendiri tidak tahu saya mendapatkan uang tersebut dari si penjual daging jawab si penjual buah maka dipanggillah si penjual daging untuk menghadap Tuan Hakim Apakah benar kemarin kamu beli buah-buahan pakai uang ini tanya Tuan Hakim kepada si penjual daging Iya benar Tuan Hakim Memangnya kenapa tanya balik si penjual daging Kamu tahu tidak uang yang kamu berikan adalah uang palsu kata tuan Hakim memberitahu seketika si penjual daging langsung terkejut maaf dan hakim Saya benar-benar tidak tahu Saya sendiri memperoleh uang tersebut dari Abu Nawas balas si penjual daging kemudian Tuan Hakim segera memerintahkan beberapa pengawalnya untuk menjemput Abu Nawas ketika Abu Nawas memasuki ruang sidang di situ sudah berkumpul Abu Jahal penjual buah dan penjual daging Ada apa ini Tuhan Hakim tanya Abu Nawas heran begini Abu Nawas Apa betul Kemarin kamu beli daging pakai uang dinar ini tanya Tuan Hakim sejenak Abu Nawas mengamati uang tersebut ia betul Memangnya kenapa Tuan Hakim Tanya balik Abu Nawas Kenapa kamu membeli daging pakai uang palsu tanya Tuan Hakim kembali Abu Nawas langsung kaget 



mendengarnya Saya tidak tahu kalau uang tersebut adalah palsu saya mendapatkan uang tersebut dari Abu Jahal Tuan Hakim dia membeli cincinku menggunakan uang itu jawab Abu Nawas Tuan hati menjadi bingung dengan jawaban Abu Nawas Benarkah itu Hai Abu Jahal tanya Tuan Hakim benar Tuan aku menemukan uang itu saat aku mencangkul di ladang jawab Abu jail gemetaran Kamu telah menipu orang lain tapi kamu malah menuduh orang lain menipumu 

KETIKA RAJA FIRAUN DITANTANG SEORANG PEMUDA UNTUK MERUBAH BUAH ANGGUR JADI EMAS


jadi masalah ini sebenarnya bersumber dari kamu sendiri Abu jahil Karena kamu telah membuat kegaduhan maka kamu didenda 10 Dinar atau kurungan penjara selama 10 bulan kata tuan hati memutuskan dengan berat hati terpaksa Abu Jahal harus membayar denda tersebut sebelum mereka membubarkan diri Abu Nawas memberi nasehat kepada Abu Jahal Hei Abu Jahal ada pepatah mengatakan barangsiapa yang menggali lubang untuk saudaranya maka dia sendiri yang akan terjatuh di dalamnya sampai di sini dulu perjumpaan kita Semoga anda terhibur wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Admin Saya adalah individu yang selalu berusaha untuk menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan hobi saya. Saya percaya bahwa mengembangkan keterampilan dalam berbagai bidang akan memberikan saya perspektif yang lebih luas dan kemampuan untuk menyelesaikan masalah dengan cara yang lebih kreatif.

Posting Komentar untuk "KETIKA RAJA FIRAUN DITANTANG SEORANG PEMUDA UNTUK MERUBAH BUAH ANGGUR JADI EMAS"